Thursday, May 31, 2007

Beberapa Kesalahan Merawat Bayi & Menghindarinya

Kami siap melayani Anda dengan senang hati



Walaupun orang tua sudah berusaha merawat bayinya sebaik mungkin dan saratdengan teori-teori yang dibaca dari buku-buku mengenai cara merawatbayi/anak, ibu dan ayah yang baru memiliki bayi masih sering melakukankesalahan. Mulai dari bayi yang tidak berhenti menangis sampai ke harusruang gawat darurat sebuah rumah sakit. Berikut kesalahan yang kerapdilakukan dan cara mengatasinya.


1. Menengok bayi yang baru lahir. Bayi berusia di bawah enam bulan memerlukan waktu untuk membentuk sistemketahanan tubuh yang kuat. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh sungkan-sungkanmeminta teman dan kerabat yang datang untuk mencuci tangan sebelum memegangbayi Anda dan minta kepada mereka untuk tidak berada terlalu dekat denganbayi, terutama bila mereka sedang batuk atau flu.Selain itu, hindari keramaian. Bila harus membawa si kecil keluar rumah,gendong anak dan hadapkan mukanya ke wajah Anda untuk menghindari orang yangtak dikenal berada dekat-dekat dengannya,

2. PakaianBayi yang baru lahir sangat mudah kepanasan. Jadi, sebaiknya pakaikan baju yang tidak terlalu tertutup. Kenakan baju bayi sesuai cuaca sehingga diatidak merasa terlalu kepanasan atau terlalu kedinginan.

3. Kunci sebagai pengganti mainanMembiarkan anak Anda bermain dengan kunci sebagai pengganti mainan akanberisiko kunci tersebut dimasukkan ke dalam mulutnya. Bila gigi si kecilmulai tumbuh, simpan kunci-kunci karena kunci biasanya mengandung timah.Walaupun kadarnya rendah, tetap merupakan salah satu faktor penyebabpenurunan IQ. Kadar timah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak.

4. Tidur tengkurapPenelitian menunjukkan, bayi yang tidur tengkurap di atas selimut yanglembut berisiko 21 kali lipat terserang SIDS (sudden infant deathsyndrome/sindroma kematian bayi mendadak) dibanding bayi yang tidurtelentang di atas selimut yang tak terlalu lembut atau mudah bergeser.

5. Kekurangan cairan pada bayi yang tidak rewel Ada bayi yang tenang dantidak rewel dan orang tua mengira bayinya tidak lapar. Hal ini ternyatakeliru. Beri makanan pada bayi secara teratur dan perhatikan apakah ia sudahcukup makan atau belum. Tanda-tanda seorang bayi cukup makan adalah bilabayi mengompol paling tidak 6 kali dalam sehari pada usia satu minggupertama sesudah kelahirannya. Bila Anda tidak melihat tanda-tanda ini,konsultasikan ke dokter.

6. AntibiotikBanyak orang tua yang meminta dokter untuk memberikan antibiotik pada buahhatinya yang sedang sakit. Antibiotik tidak baik untuk penyakit yangdisebabkan oleh virus yang umum seperti flu, muntah-muntah, diare, dan sakittenggorokan (kecuali bila infeksi yang disebabkan oleh bakteristreptokokus). Selain itu, kebiasaan mengonsumsi antibiotik menyebabkan bayimenjadi kebal dan pada saat yang diperlukan antibiotik menjadi tidakberfungsi.

7. Dosis tepatBeri obat pada si kecil sesuai dengan dosis yang disarankan. Dosis untukbayi dan pada anak yang usianya lebih tua tidaklah sama. Untuk menghindaripemberian dosis yang berlebihan, ikuti saran yang diberikan dokter.

8. Benda-benda berbahaya"Suatu hari saya menemukan kapur barus di dalam hidung anak saya", ceritaseorang ibu yang mempunyai balita berusia 1,5 tahun. Begitu si kecil dapatmerangkak, periksa seluruh sudut rumah Anda, perhatikan hal-hal yangberbahaya yang dapat dijangkau oleh anak Anda. Pindahkan stop kontak yangberada di bawah, singkirkan vas, pajangan-pajangan lain yang terbuat daripecah-belah, ujung furnitur yang runcing, dan simpan obat-obatan dari tempatyang terjangkau oleh anak.

9. Anggapan bahwa alami berarti amanJangan menganggap bahwa produk alami aman bagi bayi sampai Anda mendapatkankepastiannya dari dokter Anda. Hal yang sama berlaku bagi obat-obatan yangdapat Anda temukan di internet. Cetak informasi tersebut dan konsultasikanpada dokter anak Anda.




TIPS PENTING : Kotoran bayi Anda tidak perlu khawatir. Kadang kotoran bayi anda tampak aneh. Ada bayiyang kotorannya tidak keras, ada pula yang agak keras.* Menggendong bayiPada usia 6 bulan sejak kelahirannya, sebaiknya Anda jangan terlalu seringmenggendong si kecil. DemamPada bayi usia 6 minggu, Anda tidak perlu khawatir bila panas badannyamencapai 37°C sejauh dia tampak aktif dan gembira. Anda tidak perlumelarikannya ke rumah sakit, cukup menelepon dokter anak Anda. (Kuncoro)

Monday, May 7, 2007

Mitos-mitos Perawatan Bayi

Banyak mitos tentang perawatan bayi yang berkembang dan terus dipertahankan di masyarakat. Sebagian salah, tapi ada pula yang secara ilmiah benar. Perawatan bayi (baby nursing) memang sangat dipengaruhi oleh budaya setempat. Menurut spesialis anak Dr. H. Adi Tagor, Sp.A, DPH dari RS Internasional Bintaro, "Zaman dulu, tradisi perawatan bayi ini disampaikan dalam bentuk mitologi, folklor, atau cerita rakyat yang diturunkan oleh orangtua, karena belum ada sistem isyarat kedua seperti tulisan." Beberapa di antara mitos tersebut memang salah secara ilmiah. Misalnya bayi jangan diajak keluar rumah saat maghrib, karena akan diganggu "penunggu" rumah. Padahal, yang terajdi adalah temperatur alam menjelang matahari terbenam memang meningkat, termasuk perubahan tekanan udara, kelembapan udara, perubahan temperatur. "Ini akan menggelisahkan bayi yang memang belum bisa dengan cepat menyesuaikan diri. Soalnya, organ tubuh bayi itu kan, belum sempurna, tidak seperti orang dewasa yang sudah biasa. Akibatnya, bayi akan mengalami uneasy feeling dan rewel karena adanya perubahan alam tersebut," ujar Adi. Selain itu, ada yang disebut ritme sirkadian. "Badan manusia mengalami bioritme yang ada hubungannya dengan waktu," jelas Adi. Pada bayi, bioritmenya belum stabil. Karena itu, bioritme bayi yang baru lahir sampai usia 2 bulan kadang-kadang masih terbalik. Siang dianggap malam, sementara malam dianggap siang. "Ini karena bayi belum bisa menyesuaikan diri dengan living environment dimana manusia sibuk saat siang. Tapi, lama-lama ia akan menyesuaikan dengan tuntutan sosial sekaligus perubahan alam tersebut. Secara alamiah, bioritme ini akan berubah dengan sendirinya." Namun, mitos atau tradisi itu tidak selamanya jelek, dan seringkali bahkan cocok secara ilmiah. Contohnya, selama ratusan tahun bawang yang dicampur minyak dikenal bisa menurunkan panas. "Itu secara ilmiah benar, karena bawang adalah tumbuhan yang mengeluarkan minyak yang mudah menguap dan menyerap panas." Atau upacara tedak siti (menginjak tanah) saat bayi berusia 6-7 bulan. "Secara ilmiah pun ternyata tak salah, karena pas dengan usia refleks menapak bayi." Di permukaan badan terdapat putik saraf yang bisa menjadi sensor tekanan. Nah, saraf ini tumbuh saat bayi 6 - 7 bulan, bersamaan dengan tumbuhnya struktur otak untuk keseimbangan dan alat-alat keseimbangan untuk posisi berdiri. "Tak heran jika di usia ini, bayi sudah mulai belajar menapak." Namun, ada juga mitos yang salah. Dan orangtua, karena turun-temurun, biasanya memegang teguh tradisi itu. "Jadi, kalau mau ngasih input ilmiah, harus pelan-pelan. Jangankan tradisi, ilmu kedokteran pun dari waktu ke waktu selalu dikoreksi," lanjut Adi. "Manusia hidup dalam suatu kerangka subkultur tertentu. Nggak bisa ia hidup di luar kultur tempat ia hidup. Jadi, isinya saja yang diperbaiki." Yang jelas, sebaiknya jangan langsung dicabut dari akar budayanya. Misalnya, orangtua mengaji saat Maghrib agar anaknya tidak "diganggu" makhluk halus. "Itu kan nggak ada ruginya, jadi biarkan saja. Kecuali, jika tradisi itu memang membahayakan, ya harus dilarang."